Pelatihan Batik ini dilaksanakan mulai dari 10 sampai dengan 18 Juli 2018 berlokasi di wilayah Kantor Desa Ambarketawang. Batik sendiri adalah proses mewarnai secara khusus kedalam kain sesuai yang diinginkan. Banyak ilmu-ilmu yang diajarkan oleh pelatih batik yaitu Bapak Muhammad Mahrus. Materi-materi dasar membatik telah diajarkan oleh beliau, diantaranya adalah pewarnaan dan pengenalan mencanting.

Untuk pewarnaan ada dua jenis warna yang digunakan untuk membatik antara lain pewarna alam dan pewarna sintetis. Pewarna alam merupakan bahan yang berasal dari tumbuhan dan sangat ramah lingkungan. Limbah pewarna alami tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Limbah pewarna alami menurut narasumber jika dibuang sembarangan tidak menimbulkan efek apapun. Sedangkan untuk pewarna sintetis dibuat dengan bahan kimia atau dengan reaksi kimia. Untuk urusan limbah pewarna sintetis tidak bisa dibuang sembarangan, karena terdap kandungan kimia yang tidak ramah lingkungan. Maka limbah pewarna batik sintetis harus diolah terlebih dahulu agar bisa dibuang ke penampungan.

Untuk nilai jual sendiri pewarna alami lebih diunggulkan karena disemua tempat bisa menerima, faktornya adalah ramah lingkungan dan lebih berkualitas. Untuk eksportir batik biasanya menggunakan bahan yang alami. Kalau untuk warna sintetis hanya masyarakat lokal saja yang dapat menerima.
Ibu-ibu PKK yang mengikuti pelatihan membatik menurut Bapak Muhammad Mahrus sangat baik dan rajin serta semangat dalam mengikuti pelatihan, “ini dibuktikan ketika hari libur pun mereka berangkat serta bersemangat” jelas beliau.
Bapak Muhammad Mahrus juga menjelaskan agar peserta siap madiri dibutuhkan peralatan yang komplit, bahan dan tempat. beliau juga berharap agar pemerintah juga memberi dorongan dan dukungan peralatan yang dibutuhkan, bahan serta tempat. 16/7/2018
Narasumber : Bapak Muhammad Mahrus










War biasa…..terus berkarya ibu2 mbak2
siapppp hihihi